Sabtu, 04 November 2017

Contoh Program Percabangan IF ( Borland C++ )

1. Contoh Program Percabangan IF

main()
{

int angka;

cout<<"Menu Makanan"<<endl;
cout<<"1. Nasi Telur"<<endl;
cout<<"2. Nasi Goreng"<<endl;
cout<<"Masukkan Pilihan Anda : ";
cin>>angka;

if (angka==1)

{cout<<"Anda memesan nasi telur";}
if (angka==2)
{cout<<"Anda memesan nasi goreng";}

getch();

}

Dalam program di atas ada 2 pilihan dan kita disuruh untuk memilih diantaranya. Untuk memastikan apakah pilihan kita benar atau tidak program membuat struktur benar atau salah. Lihat gambar di bawah!


Pada tanda panah yang merah itu lah yang menyeleksi pilihan yang kita masukkan dengan kata lain jika kita memilih 1 atau memasukkan angka 1 sebagai pilihan maka program menunjukkan pilihan anda bahwa anda memilih atau memesan nasi telur, begitu juga dengan tanda panah yang kedua. Jika kita memasukkan angka selain dari angka pilihan yang tersedia maka program akan berhenti.

2. Contoh Program Percabangan IF-ELSE

main()
{

int angka;

cout<<"Menu Makanan"<<endl;
cout<<"1. Nasi Telur"<<endl;
cout<<"2. Nasi Goreng"<<endl;
cout<<"Masukkan Pilihan Anda : ";
cin>>angka;

if (angka==1)

{cout<<"Anda memesan nasi telur";}
if (angka==2)
{cout<<"Anda memesan nasi goreng";}
else
{cout<<"Pilihan yang anda masukkan salah";}

getch();

}

Kasus program yang kedua ini sama dengan yang pertama hanya melanjutkan dan menambah pernyataan yang ketiga lihat gambar di bawah!


Kata else yang ditunjukkan oleh tanda panah merah itu menyatakan jika pilihan kita tidak sesuai dengan pilihan yang tersedia maka pernyataan else ini yang berjalan seperti gambar di atas pernyataan else menyatakan bahwa pilihan kita salah.

3. Contoh Program Percabangan NESTED IF

Untuk contoh nested if ini berbeda dengan contoh if dan if-else. Di sini saya buat sebuah program sederhana saja, teman-teman bisa merubah ke dalam program yang diinginkan.
Dalam kasus ini saya membuat contoh syarat tinggi badan dalam test tertentu, dimana jika jenis kelamin memilih no.1 atau laki-laki dan tinggi badan lebih dari 165, maka memenuhi syarat dan lulus, selain dari itu jika jenis kelamin memilih no.1 dan tinggi badan kurang dari 165cm maka tidak lulus. selanjutnya jika jenis kelamin memilih no.2 atau perempuan dan tinggi badan lebih dari 160 maka memenuhi syarat dan lulus, tapi jika jenis kelamin memilih no.2 atau perempuan dan tinggi badan kurang dari 160cm maka tidak lulus.
Berikut contoh programnya:

main()
{
char nama[20];
int jenis_kelamin, tinggi;

cout<<"Contoh program Nested IF"<<endl<<endl;
cout<<"Masukkan data anda dengan benar"<<endl<<endl;

cout<<"Nama             : "; gets(nama);
cout<<"Jenis Kelamin"<<endl;
cout<<"1. Laki-Laki"<<endl;
cout<<"2. Perempuan"<<endl;
cout<<"Masukkan pilihan : "; cin>>jenis_kelamin;
cout<<"Tinggi Badan     : "; cin>>tinggi;

if(jenis_kelamin==1)
{
    if(tinggi>=165)
       {cout<<"\n-----Anda Lulus-----"<<endl;}
   else
       cout<<"Maaf, tinggi badan anda belum memenuhi syarat"<<endl;
}
else if(jenis_kelamin==2)
{
    if(tinggi>=160)
       {cout<<"\n-----Anda Lulus-----"<<endl;}
   else
       cout<<"Maaf, tinggi badan anda belum memenuhi syarat"<<endl;
}

getch();


Penjelasan :

  

Dari program dan gambar di atas, kita lihat ada 6 penyeleksian yang di tunjukkan tanda panah, yaitu if yang pertama menyatakan jika jenis kelamin memilih 1 (laki-laki) maka lanjut ke if yang ke 2 yang menyatakan bahwa syarat tinggi badan jenis kelamin 1 (laki-laki) lebih dari 165, maka pernyataan memenuhi syarat, namun jika jenis kelamin =1 (laki-laki) dan tinggi badan tidak memenuhi syarat if yang ke 2 maka masuk ke proses ke tanda panah yang ke 3 yaitu menyatakan tidak memenuhi syarat kelulusan. Tetapi jika pemilihan jenis kelamin memilih/memasukkan angka ke 2, maka akan melanjutkan proses if yang ke 5 dan 6, untuk prosesnya sama dengan proses if yang ke 2 dan 3.


Demikianlah yang bisa saya bagikan tentang Contoh Program Percabangan IF, IF-ELSE dan NESTED IF pada Borland C++, jika ada kesalahan mohon diralat. Terima kasih :)

Rangkuman Tipe Data Borland C++

Borland c++ memiliki 7 tipe data dasar dan 3 tipe data tambahan, diantaranya :
Char, Int, Short, Long, Float, Double, dan Long double
Tipe Data Tambahan yang dimiliki oleh c++ adalah :
Unsigned digunakan bila data yang digunakan hanya data yang positif saja.
Tipe Konstanta Bilangan
Dalam hal ini konstanta bilangan dibagi menjadi tiga kelompok, antara lain;
a. Konstanta Bilangan Bulat. Adalah bilangan yang tidak mengandung titik desimal.
Contoh : 1, 2, 3, 100
b. Konstanta Desimal Berpresisi Tunggal ( Floating Point )
Konstanta Floating Point, mempunyai bentuk penulisan, yaitu :
• Bentuk Desimal ( cth : 5.57 )
• Bentuk Eksponensial / Bilangan Berpangkat ( cth : 4.22e3 ° 4.22 x 103 )
c. Konstanta Desimal Berpresisi Ganda ( Double Precision )
Konstanta Double Precision, pada prinsipnya sama seperti Konstanta
Floating Point, tetapi Konstanta Double Precision mempunyai daya tampung data lebih besar
Tipe Konstanta Teks
Dalam hal ini konstanta teks dibagi menjadi dua kelompok, antara lain;
a. Data Karakter (Character).
Data karakter hanya terdiri dari sebuah karakter saja yang diapit oleh tanda kutip tunggal ( ‘ ).    Data karakter dapat berbentuk abjad ( huruf besar atau kecil ), angka atau notasi atau simbol.
Contoh : ‘Y’ ‘y’ ‘9’ ‘&’ dan lain-lain
b. Data Teks (String).
Data String merupakan rangkaian dari beberapa karakter yang diapit oleh tanda kutip
ganda ( “ ).
Contoh : “Virusland”, “Jakarta”, “AMIK BSI”, “Y” dan lain-lain.
Tipe Deklarasi Konstanta
Bentuk deklarasi konstanta diawali dengan reserved word const.
Bentuk penulisannya:
const tipe_data nama-konstanta = nilai konstanta;
 Contoh :const int x = 89;
Variabel
Adalah suatu tempat menampung data atau konstanta dimemori yang mempunyai nilai atau data yang dapat berubah-ubah selama proses program.
Dalam pemberian nama variabel, mempunyai ketentuan-ketentuan antara lain ;
• Tidak boleh ada sepasi ( cth : gaji bersih ) dan dapat menggunakan tanda garis bawah ( _ ) sebagai penghubung (cth : gaji_bersih).
•      Tidak boleh diawali oleh angka dan menggunakan operator aritmatika.
Variabel Numerik
Variabel numerik ini dibagi menjadi menjadi 3 (tiga) macam :
• Bilangan Bulat
• Bilangan Desimal Berpresisi Tunggal atau Floating Point.Bilangan Desimal Berpresisi Ganda atau Double
Precision.
Variabel Text
• Character ( Karakter Tunggal )
• String ( Untuk Rangkaian Karakter )
Deklarasi Variabel
 Adalah proses memperkenalkan variabel kepada Borland C++ dan
pendeklarasian tersebut bersifat mutlak karena jika tidak diperkenalkan terlebih dulu maka Borland C++ tidak menerima variabel tersebut.Deklarasi Variabel ini meliputi tipe variabel, seperti : integer atau character dan nama variabel itu sendiri. Setiap kali pendeklarasian variabel harus diakhiri oleh tanda titik koma ( ; ).
bentuk penulisannya :
                          tipe data nama_variabel;
Perintah Keluaran
            Perintah standar output yang disediakan oleh Borland c++ diantaranya adalah :
  1.  Printf()
  2. Puts()
  3.  Putchart()
  4. Cout()

  1. 1.      Printf()
Printf Fungsi Printf() merupakan fungsi keluaran yang paling umum digunakan untuk menampilkan informasi ke layar
(“string-kontrol”, argumen1,argument2)
            String control dapat berupa keterangan yang akan di tampilkan pada layar beserta penentu format. Penentu format dipakai untuk member tau kompilermengenai jenis data yang dipakai dan yang akan di tampilkan
            Argument ini dapat berupa variable, konstanta dan ungkapan.
Penentu format printf()
Tipe Data
Penentu format untuk printf()
Integer
%d
Floating Point

    Bentuk decimal
%f
    Bentuk berpangkat
%e
    Bentuk decimal dan pangkat
%g
Double Precision
%lf
Character
%c
String
%s
Unsigned Integer
%u
Long Integer
%ld
Long Unsigned Integer
%lu
Unsigned hexadecimal Integer
%x
Unsigned Octal Integer
%o

Contoh 1
            #include<stdio.h>
            #include<conio.h>
            #include<iostream.h>
            Main()
            {
             Char nama=”dita”;
             Int nilai = 100;
             Clrscr()
             Prntf(“hai %s, kamu mendapatkan nilai %i”,nama,nilai);
            }
Penggunaan penentu lebar field
          Bila ingin mencetak atau menampilkan data yang bertipe data FLOAT atau pecahan, tampilan yang tampak biasanya kurang bagus, hal tersebut dapat diatur lebar fieldnya dan jumlah decimal yang ingin di cetak. Berikut bentuk  penulisannya :
%a.bf
keterangan :
a = lebar field
f = jumlah Desimal
Contoh 2 :
#include<stdio.h>
#include<conio.h>
#include<iostream.h>
main()
{           
float  a1=87.5,a2=77.50;
clrscr();
printf(“nilai tugas 1 : %2f\n”);
printf(“niai tugas 2: %2f”,a2);
getch();
}
Penggunaan escape Sequence
Penggunaan escape  sequence menngunakan notasi  “\” (back slash ) jika karakter terdapat notasi ini sebagai karakter “escape” (menghindar)
berikut adalah escape sequence characters dalam C++ tersebut:
: karakter nol atau karakter ber-ASCII nol.
\a : untuk membunyikan sound beep
\b : untuk backspace \f : untuk ganti halaman (formfeed)
\n : untuk membuat barus baru (newline) fungsi sama seperti endl
\r : untuk kembali ke awal baris atau carriage return
\t : untuk tab horizontal, fungsi sama ketika kita mengetik di word, lalu menekan tombol tab di keyboard
\v : untuk membuat tab vertikal
\\ : untuk membuat karakter
\ \’ : untuk membuat karakter
‘ \” : untuk membuat karakter
” \? : untuk membuat karakter ?
\ooo : untuk karakter yang nilai oktalnya sebanyak tiga digit oktal
\xhh : untuk karakter yang nilai heksadesimalnya sebanyak dua digit heksadesimal
Puts ()
Perintah puts sebenarnya sma dengan printf() yaitu digunakan untuk mencetak string ke layar, puts() berawal dari kata put string.
Perbedaan antara printf () dengan puts() :
Pada printf harus menggunakan tipedata untuk data string yaitu, %s sedangkan puts() tidak perlu penentu tipe data string karena fungsi ni khusus untuk tipe data string.
Pada printf (), untuk mencetak pindah baris , memerlukan kod e “\n”
Sedangkan puts() untuk mencetak pindah baris tidak memerlukan  kode tersebut, karena sudah  dibelikan secara otomatis.
Contoh :
#include<stdio.h>
#include<conio.h>
main(){
char nama[15] = “bsi”;
clrscr();
puts(“anda kuliah di”);
puts(nama);
getch();
}
Putchar()
Putchar digunakan untuk menampilkan sebuah karakter ke layar. Penampilan karakter tidak di akhiri pindah baris
Contoh :
#include<stdio.h>
#include<conio.h>
main(){
clrscr();
putchar(‘n’);
putchar(‘u’);
putchar(‘r’);
putchar(‘f’);
putchar(‘a’);
putchar(‘z’);
putchar(‘r’);
putchar(‘i’);
putchar(‘a’);
putchar(‘h’);
getch();
}
Cout
Cout digunakan untuk menampilkan data ke layar dan untuk menggunakan data ini diperlukan file harder  <iostream.h>
Contoh :
#include<stdio.h>
#include<conio.h>
#include<iostream.h>
main(){
int jumbar1=150, jumbar2=23
clrscr();
cout<<“jumlah barang 1 :”<<jumbar1;
cout<<“jumlah barang 2 :”<<jumbar2;
getch();
}
Fungsi manipulator
Manipulator digunakan untuk mengatur tampilan pada layar yang disertakan dengan file harder <iomanip.h>
Contoh fungsi manipulator : endl, end, Flush(), dec(), hex(), oct(), setbase(), setw(), setfill(), setprecision(), setosflags().
Fungsi manipulator
*endl
Digunakan pada karaktter untuk pindah baris, file harder yang di gunakan <iostream.h>
cOntoh :
#include<stdio.h>
#include<conio.h>
#include<iostream.h>
main(){
char nim[10]=”12345678″,nama[10]=”fazri”;
char alamat[20]=”jakarta selatan”;
clrscr();
cout<<“nim    :”<<nim<<endl;
cout<<“nama :”<<nama<<endl;
cout<<“alamat :”<<alamat<<endl;
getch();
}
*ends
Merupakan fungsi manipulator yang dgunakan untuk menambahkan karakter null, sangat berguna untuk mengirim sejumlah file di disk atau modem dan diakhiri dengan  kata NULL.
Contoh :
#include<stdio.h>
#include<conio.h>
#include<iostream.h>
main(){
int a,b,c,d;
clrscr();
cout<<“masukan nilai a          :”;cin>>a;
cout<<“masukan nilai b         :”;cin>>b;
c = a%b;
d = a*b;
cout<<“hasil dari c = a % b adalah”<<c<<ends;
cout<<“hasil dari d = a *b adalah”<<d<<ends;
getch();
}
*dec, oct, dan hex
Merupakan fungsi manipulator yang digunakan untuk menampilkan data dalam bentuk decimal, octal dan hexadecimal, file hearder yang di gunakan berupa iomanip.h
Contoh :
#include<stdio.h>
#include<conio.h>
#include<iostream.h>
#include<iomanip.h>
main(){
int nilai = 320;
clrscr();
cout<<“nilai awal =”<<nilai<<endl;
cout<<“nilai ke octal =”<<oct<<nilai<<endl;
cout<<“nilai ke hexadecimal =”<<hex<<nilai<<endl;
cout<<“nilai ke decimal =”<<dec<<nilai<<endl;
getch();
}
*setprecision()
Merupakan fungsi manipulator digunakan untuk mengatur sejumlah digit decimal yang ingin di tampilkan .
Contoh :
#include<stdio.h>
#include<conio.h>
#include<iostream.h>
#include<iomanip.h>
main(){
float a,b,c;
a = 25.23;
b =12.54;
clrscr();
c = a*b;
cout<<setiosflags(ios::fixed);
cout<<setprecision(1)<<c<<endl;
cout<<setprecision(2)<<c<<endl;
cout<<setprecision(3)<<c<<endl;
cout<<setprecision(4)<<c<<endl;
cout<<setprecision(5)<<c<<endl;
getch();
}
*setbase()
Fungsi manipulator yang digunakan untuk konversi bilangan Octal, Decimal, Hexadecimal.
Setbase(base bilangan);
Base bilangan dari masing masing bilangan yaitu :
  • Octal  = basis 8
  • Decimal = basis 10
  • Hexa decimal = basis 16
Contoh :
#include<stdio.h>
#include<conio.h>
#include<iostream.h>
#include<iomanip.h>
main(){
int a = 250;
clrscr();
cout<<“penggunaan manipulator stbase()”<<“\n\n”;
cout<<“decimal octal hexadecimal”<<endl;
cout<<“_______________________”<<“\n”; for(a=250;a<=260;a++)
{
cout<<setbase(10)<<a<<“\t\t”;
cout<<setbase(8)<<a<<“\t\t”;
cout<<setbase(16)<<a<<endl;
}
getch();
}
*setw()
Fungsi manipulator untuk mengatur lebar di layar suatu variable.
Bentuk penulisannya :
Setw(int n);
n = merupakan nilai lebar dari tampilan data, integer.
Contoh :
#include<stdio.h>
#include<conio.h>
#include<iostream.h>
#include<iomanip.h>
main()
{
int a;
clrscr();
cout<<“penggunaan manipulator setw()”<<“\n\n”;
cout<<“____________________”<<“\n”;
for(a=1;a<=15;a++)
{
cout<<setw(a)<<a<<endl;
}
cout<<“_________________”<<“\t”;
getch();
}
*setfill()

fungsi manipulator yang digunakan untuk manampilkan
suatu karakter yang ditelakan didepan nilai yang diatur oleh fungsi setw(). File
header yang harus disertakan file header iomanip.h .
Bentuk penulisannya :
setfill(charakter);
contoh :
# include <stdio.h>
# include <conio.h>
# include <iostream.h>
# include <iomanip.h>
main( )
{
int a;
clrscr( );
cout<<“Penggunan Manipulator setfill()”<<“\n\n”;
cout<<“——————————-“<<“\n”;
for(a=1;a<=15;a++)
{
cout<<setfill(‘-‘);
cout<<setw(a)<<a<<endl;
}
getche( );
}











*setiosflags( )

Fungsi manipulator yang digunakan untuk
mengatur sejumlah format keluaran data.. Fungsi ini biasa pada fungsi cout( ), file
header yang harus disertakan file header iomanip.h .
Ada beberapa format keluaran untuk fungsi setiosflags( ), antara lain.

1. Tanda Format Perataan Kiri dan Kanan

Tedapat dua buah tanda format yang digunakan untuk perataan kiri dan kanan,
pengaturan terhadap lebar variabel untuk perataan kiri dan kanan ini melalui
fungsi setw( ).
ios::left digunakan untuk mengatur perataan sebelah kiri
ios::right digunakan untuk mengatur perataan sebelah kanan
2. Tanda Format Keluaran Notasi Konversi

Tanda format yang digunakan untuk keluaran Notasi, yaitu:
ios::scientific digunakan untuk mengatur keluaran dalam bentuk notasi
eksponensial.
ios::fixed digunakan untuk mengatur keluaran dalam bentuk notasi desimal.
3. Tanda Format Konversi Dec, Oct dan Hex

Terdapat tiga macam tanda format yang digunakan untuk konversi keluaran dalam
basis Decimal, Octal dan Hexadecimal, yaitu:
ios::dec digunakan untuk mengatur keluaran dalam konversi basis desimal.
ios::oct digunakan untuk mengatur keluaran dalam konversi basis oktal.
ios::hex digunakan untuk mengatur keluaran dalam konversi basis
heksadesimal.
4. Tanda Format Manipulasi Huruf Hexadecimal

Untuk keperluan memanipulasi atau mengubah huruf pada notasi hexadecimal
dengan menggunakan tanda format:
ios::uppercase digunakan untuk mengubah huruf pada notasi huruf
hexadecimal.
5. Tanda Format Keluaran Dasar Bilangan Hexadecimal dan Octal

Untuk keperluan menampilkan dasar bilangan Hexadecimal dan Oktal dengan
menggunakan tanda format:

• ios::showbase digunakan untuk menampilkan tanda 0x (nol-x) diawal pada
tampilan bilangan hexadecimal dan (nol) diawal pada tampilan bilangan
decimal.

6. Tanda Format Menampilkan Titik Desimal

Untuk keperluan menampilkan titik desimal dengan menggunakan tanda format:

ios::showpoint digunakan untuk menampilkan titik desimal pada bilangan
yang tidak mempunyai titik desimal pada tipe data float atau double.
7. Tanda Format Menampilkan Simbol Plus ( + )

Untuk keperluan menampilkan simbol Plus ( + ) pada bilangan genap dengan
menggunakan tanda format: